Diet Tanpa Nasi, Berbahaya?

Kesehatan10 Views

Nasi adalah makanan pokok terutama bagi kita yang tinggal di Indonesia. Nasi menjadi sumber karbohidrat dan energi kita untuk beraktifitas sehari-hari. Namun beberapa orang yang sedang diet berpikir untuk tidak menyertakan nasi dalam menu dietnya. Lantas apakah tidak bermasalah jika diet tanpa nasi?

Diet Tanpa Nasi

Nasi merupakan sumber karbohidrat utama bagi tubuh yang juga sangat penting untuk kesehatan tubuh. Namun, kita juga dapat mengandalkan asupan lemak untuk mendapatkan sumber kalori. Nasi mengandung 2% lemak, 89% karbohidrat, dan 9% protein.

Manfaat nasi antara lain:

  • Sumber energi tubuh
  • Mendukung pertumbuhan manusia sejak kecil sampai tua
  • Meningkatkan mood baik
  • Tidak mengandung kolesterol
  • Kaya akan vitamin
  • Mengobati disentri
  • Baik untuk pertumbuhan tulang
  • Baik untuk pertumbuhan gigi

Diet tanpa nasi

Apakah nasi dapat membuat gemuk? Bisa saja, hal ini disebabkan karena kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar dibanding kalori yang keluar, sehingga sisanya disimpan menjadi cadangan energi. Cadangan energi ini jika tidak dikeluarkan atau dilakukan pembakaran akan menumpuk dan menjadi lemak dalam tubuh.

Jadi intinya adalah konsumsi nasi harus seimbang dengan pengeluaran atau pembakarannya. Lalu apakah dampaknya jika tidak mengkonsumsi nasi sama sekali?

Sebenarnya, tidak mengkonsumsi nasi sama sekali tidaklah berbahaya asalkan asupan gizi dalam tubuh tercukupi. Itu artinya, anda harus mengkonsumsi makanan berkarbohidrat lainnya sebagai pengganti nasi yang lebih rendah kalori, kaya akan serat, mengandung banyak vitamin. Salah satu pengganti nasi yaitu kentang, ubi, jagung, oatmeal, dan lain-lain.

Namun jika tidak mengkonsumsi nasi dan tidak mengkonsumsi alternatifnya dapat menyababkan kekurangan karbohidrat yang dapat memberikan efek samping seperti: kelelahan, sakit kepala, bau mulut, gangguan pencernaan sembelit dan diare, tubuh kekurangan serat, vitamin, dan mineral, meningkatkan risiko penyakit kronis, dan lain-lain.

Apakah nasi harus dijauhi saat sedang diet?

Tidak. Karena sebenarnya bukan nasi yang menyebabkan naiknya berat badan. Melainkan kelebihan konsumsi karbohidrat yang tidak diimbangi dengan aktifitas fisik seperti berolahraga. Sehingga nasi tidak perlu dijauhi, cukup kurangi konsumsinya atau sesuaikan dengan aktifitas anda. Kemudian gantikan dengan makanan sumber karbohidrat yang kaya serat lainnya.

Selain nasi, makanan dengan karbohidrat tinggi yang sebaiknya anda hindari adalah mie, pisang, pasta, dan makanan manis lainnya.

Makanan pengganti nasi

Jika anda mempertimbangkan untuk tidak mengkonsumsi nasi, beberapa makanan berikut bisa untuk menggantikan nasi.

1. Oatmeal

Oatmeal adalah sejenis gandum yang dapat mambantu mengurangi lemak dan kolesterol. Oatmeal juga dapat dikombinasikan dengan berbagai macam makanan seperti buah, pisang, atau susu. Oatmeal juga dapat membuat kenyang lebih lama.

2. Jagung

Jika anda kurang menyukai atau sulit menemui oatmeal bisa menggantinya dengan jagung. Makanan ini bisa menjadi sumber vitamin, mineral, dan antioksidan bagi tubuh. Selain mengenyangkan, jagung juga bisa melindungi jantung, mengurangi resiko wasir, serta mencegah animea.

3. Kentang

Kentang bisa menjadi sumber karbohidrat seperti nasi dengan tambahan vitamin K, vitamin B, vitamin C, zat besi, magnesium dan seng. Jika dikonsumsi secara rutin kentang dapat meningkatkan fungsi otak, memberikan nutrisi pada kulit, dan menurunkan tekanan darah.

4. Ubi Jalar

Ubi jalar memiliki sumber karbohidrat serta serat yang lebih mengenyangkan. Selain itu, ubi jalar juga rendah akan lemak dan kalori. Mengkonsumsi ubi jalar juga dapat melancarkan pencernaan dan meningkatkan stamina tubuh.

5. Kinoa

Kinua adalah makanan pokok Indian di Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Kinoa mengandung kadar nutrisi tinggi seperti protein nabati, asam amino, asam omega 3 serta serat.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *